
Berawal dari isu strategis yang berkembang di wilayah pesisir pantai timur sumatera, Segala potensi coba digali sehingga dapat ditemukan peluang yang memungkinkan untuk lebih unggul dimasa depan. Institusi pendidikan tinggi agama Islam di kawasan pesisir pantai timur Sumatera dimasa depan berpeluang memainkan peranan penting ditengah masyarakat. Hal tersebut dimungkinkan karena dimasa depan arus globalisasi menghendaki bahwa kehidupan yang serba kompleks, sehingga peran agama menjadi sangat menentukan. Integrasi keilmua adalah tema yang harus dikedepankan. Kurikulum pendidikan dasar 2013 yang dijalankan di Indonesia saat ini merupakan langkah awal yang peduli terhadap integrasi keilmuan tersebut. Integrasi ilmu keislaman dalam khazanah pengetahuan umum akan semakin berkembang pesat bilaman pengajian agama dapat secara maksimal memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Inilah yang menjadi matlamat hadirnya institut ini.
Perkembangan kajian agama yang memiliki potensi cukup besar dimasa depan itu, malangnya belum direspon secara positif oleh masyarakat muslim dikawasan pesisir pantai timur Sumatera. Sehingga institusi perguruan tinggi agama Islam yang ada masih menyimpan banyak kelemahan. Dengan daya saing yang masih bersifat lokalitas, keunggulan yang semu serta pasilitas yang belum memadai adalah masalah utama yang masih dihadapi oleh STAI Tafaqquh Fiddin Dumai .
Namun semua kenyataan itu dapat kita perbaiki, bilamana pembenahan dilakukan secara cepat dan terencana. Yayasan Tafaqquh Fiddin menyadari bahwa perubahan itu harus dimulai melalui proses percepatan yakni meningkatkan status dari se kolah tinggi agama Islam menjadi institut agama Islam.
Potensi Calon Mahasiswa

Dilihat dari angka kelulusan siswa SMA dan SMK seprovinsi Riau, juga memberikan harapan yang menjanjikan. Data kelulusan siswa SMA dan SMK tahun 2013 menunjukan terdapat 47.838 siswa yang bakal lulus SMA dan SMK di Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut sebaran untuk Kabupaten/Kota yang berdekatan dengan Institut ini juga cukup besar, dengan sebaran sebagai berikut : Kota Dumai, 3.620 orang, Kabupaten Bengkalis 6.029 orang, Kabupaten Siak Sri Indrapura, 6.345 orang, Kabupaten Rokan Hilir, 7.873 orang dan Kabupaten Meranti, 2.700 orang.
Melihat dari potensi calon mahasiswa tersebut bila
dibandingkan dengan kebutuhan maksimal mahaiswa sebagaimana grand plenning institut untuk sepuluh tahun kedepan, secara bertahap kebutuhan mahasiswa pada anggka optimis adalah sebanyak 1.200 orang pertahun, atau sama dengan 2,51% dari potensi calon mahasiswa di provinsi Riau dan 33,15% potensi ketersedian calon mahasiswa di Kota Dumai. Angka ini menunjukan bahwa keberadaan institut masih sangat memungkinkan, bila mempertimbangkan potensi dasar yakni kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat pada tataran local Dumai dan Provinsi Riau. Padahal keberadaan institut agama Islam ini sangat memungkinkan diakses oleh calon mahasiswa baik secara nasional maupun internasional, seperti kawasan semenanjung Malaysia. ***
Potensi Strategis Kawasan

Selain dengan potensi sawit, Dumai, juga dikenal sebagai kota minyak. Tiga industri yang minyak nasional yang berada di Dumai PT. CPI (ChevronPacific Indonesia) yang bergerak mayoritas dalam bidang pertambangan dan ekspor minyak dan gas bumi, kemudian PT. Pertamina yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pendistribusian minyak dan gas bumi dalam negeri serta disusul oleh industri pengolahan minyak sawit (CPO) PT. BKR (Bukit Kapur Reksa). Selain itu, Kota Dumai memiliki lima kawasan Industri yang strategis yaitu Kawasan Industri Dumai (KID) di Pelintung yang dikuasai oleh Wilmar Group, Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kawasan Industri Dock Yard yang dikembangkan oleh PT Patraniaga , Kawasan Industi Bukit Kapur dan Kawasan Industri di Bukit Timah.
Kota Dumai memiliki keunggulan sebagai salah satu Kota di Provinsi Riau yang berpeluang untuk memanfaatkan potensi pengembangan pelabuhan laut, dimana Dumai berada pada posisi lintas perdagangan internasional Selat Melaka yang dikelola oleh PELINDO dan beberapa pelabuhan rakyat. Pelabuhan di Dumai telah dibangun sebagai pelabuhan penghubung untuk kegiatan ekspor impor, begitu juga para penumpang yang ingin menuju ke Malaka – Malaysia. Sepanjang daerah pantai Dumai terdapat beberapa pabrik minyak dan pengolahan minyak dengan kapasitas 170.000 barrel per hari dan dapat menampung 850.000 barrel minyak per hari.
Kondisi diatas menggabarkan betapa besarnya peluang pendidikan tinggi dibutuhkan di Kota ini. Hapir semua sector ekonomi madren ada di kota Dumai, baik industry, jasa, perdagangan, pelabuhan maupun terasportasi. Kesemuanya memerlukan sumberdaya manusia professional yang dilahirkan oleh perguruan tinggi. Dengan demikian, kehadiran institut ini menjadi penting dalam menyediakan tenaga kerja professional yang handal dan kompetitif. ***