Rizal Akbar Terima Anugrah Satria Pujangga Bangsa tahun 2025
Assoc Prof Dr.H.M. Rizal Akbar, M.Phil terpilih sebagai penerima Anugrah "Tokoh Adat Dan Budaya Nusabtara
Rizal Akbar Terima Anugrah Hang Tuah DMDI
Anugrah diserahkan langsung oleh TYT Tun Seri Setia Dr. Hj Mohd Ali Bin Rustam
Rizal Akbar Terima Anugrah KRH Dari Kraton Surakarta Hadininggrat Solo
Assoc Prof Dr. H. M. Rizal Akbar, M.Phil mendapat gelar Kanjeng Raden Haryo (KRH) Dwijobaroto Dipura dalam sebuah helat yang digelar Kraton Surakarta Hadiningrat.
Rizal Akbar Ikut Dilantik Menjadi Pengurus DPP IAEI 2025-2030
Ketum IAEI Pusat yang Juga Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nazaruddim Umar MA: Sinergi Wujudkan Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia
Rizal Akbar Pembicara Pada Seminar Internasional Pesisir Selat Melaka
Bentangkan Rekonstruksi Sejarah Ekonomi Maritim Selat Melaka Pada Forum Seminar Internasional di UiTM Shah Alam Malaysia
Rizal Akbar Jadi Pembicara Bersama UAS Bahas Jaringan
Kesultanan Islam di Nusantara
Rizal Akbar Terima Anuggrah Darjah Mahkota Muda
Kesultanan Pagaruyung Darur Qarar
Sabtu, 20 Agustus 2016
Negara Bangsa : Sebuah Kontemplasi 71 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (Bagian2)
Kamis, 18 Agustus 2016
Negara Bangsa : Sebuah Kontemplasi 71 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
Ibnu Khaldun menegaskan bahwa pase-pase perubahan sosial itu akan ditentukan oleh variabel ruang dan waktu, namun perubahan itu bersifat terus, kontinu dan siklus. Dengan paradigma inilah agaknya Kita dapat mengatakan bahwa "sejarah pasti berulang". Pengulangan sejarah menurut Ibnu Khaldun dapat terjadi dengan ciri dan karakter sosiologi yang sama. Paradigma ini mengantarkan kepada teori sejarahnya Ibnu Khaldun yang lebih melihat sejarah sebagi sebuah proses transmisi kerifan atas sebuah tamaddun manusia, pada tiap-tiap priodeisasi sejarah. Sementara Karl Marx, dengan pendekatan sosiologi konfliknya melihat sejarah sebagai pertentangan antar kelas.
Minggu, 07 Agustus 2016
Ontologi Diklat Penelitian
![]() |
| Prof. Dr. H. M. Atho Mudzhar |
Metodologi penelitian menurut Prof Atho merupakan integrasi dari teori dan pengukuran realitas. Teori sosial menurutnya tidak ajek seperti pada pengetahuan kealaman. Sehingga beliau tidak terlalu menguatkan pada feodalitas teori yang mendefenisikan adanya grant, midle dan small teori. Menurutnya teori itu dapat saja berubah-rubah akibat dari perkembangan penelitian yang dilakukan dalam bidang kajian tersebut.
![]() |
| Kualitatif jadi gini ya....."Mahal" |
![]() |
| Bersama Dr. Molyamin Aini |
![]() |
| Dr. Adlin Sila, MA |
![]() |
| Dr. Fahriati |
Bersambung......
Galeri Internasional IAITF Dumai
Dokumentasi kegiatan internasional, kolaborasi akademik dan jejaring global IAITF.
Galeri Kegiatan Rektor IAITF
Dokumentasi kegiatan Rektor Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai























