Minggu, 04 April 2021 | By: 120974

Warisan Keulamaan H. Zainal Abidin Sungai Alam (Sebuah Catatan Awal)

Sebuah penelusuran awal trah keulamaan dan perjuangan dakwah Islam yang dijalankan oleh silsilah keturunan H. Zainal Abidin yang bermukim di desa Sungai Alam Bengkalis. 

Dituturkan oleh para keturunannya bahwa H. Zainal Abidin adalah seorang ulama yang tekun mendakwahkan Islam di Bengkalis dimasa penjajahan Belanda. Memang belum ditemukan fakta yang saheh tentang sejarah perjuangan beliau, namun jika ditelisik dari generaai-generasi penerus keturan ini dapat dipastikan bahwa kisah tentang keulamaan dan perjuangan dakwah beliau tidak dapat disangkal. 

Beliau memiliki tiga orang anak perempuan dan seorang laki-laki, yakni Hj. Zainab, Hj. Rumnah, Hj. Zaleha dan Abdul Wahab. dari garis keturunan keempat anaknya tersebut mayoritas menjalankan aktifitas dalam bidang dakwah dan keagamaan. Baik sebagai guru agama, imam masjid, ketua MUI, hakim agama, khori dan pengajar Al-quran, bahkan membangun perguruan tinggi Islam serta Ilmuan dalam bidang keislaman. 

Semua keturunan beliau itu tersebar di kawasan provinsi Riau terutama kawasan pesisir, Bengkalis, Dumai, Selat Panjang, Rokan Hilir, Siak dan Pekanbaru. 


Sabtu, 03 April 2021 | By: 120974

Perkuliahan Ekonomi Islam Jelang Ramadhan 1442 H


Menjelang memasuki Ramadhan 1442 H 2021 M berkesempatan memberikan kuliah di  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Bengkalis. Alhamdulillah, perkuliahan yang diikuti mahasiswa secara paralel dari berbagai program studi ini seakan berubah seperti kuliah umum yang aktif. 

Meskipun dengan jumlah mahasiswa yang tumpah ruah namun perkuliahan terasa aktif dengan begitu banyaknya pertanyaan dari mahasiswa yang merespon perkuliahan. Mulai dari materi, Pertama, Kepemilikan Dalam Islam. Kedua, Sederhana, Hemat dan menjauhi dari Pemborosan. Ketiga, Konsep keadilan. Keempat, Zakat sebagai fungsi  distributif dan pertumbuhan. Kelima, Pelarangan Riba. Ke-enam, kerjasama Ekonomi dan terakhir, Jaminan Sosial dan Peran Pemerintah. 

Semua materi disampaikan secara sederhana dengan gaya yang tidak membosan. Hal itu terlihat dari tawa canda mahasiswa ketika pembahasan rada menggelitik dan secara tidak langsung mengkritik fenomena yang selalu ada di masyarakat

Pada materi kepemilikan ketika membedakan diantara sistem sosialis dan kapitalis mahasiswa dengan mudah dapat memahaminya. Demikan juga bahwa kepemilikan dalam islam yang terbatas oleh manfaat dan berakhir ketika seseorang meninggal dunia, hal ini mahasiswa dikatakan dengan pengetahuan warisan dalam islam yang harus disempurnakan supaya tidak ada lagi beban almarhum di dunia. 

Demikian pula pada materi kedua sederhana, hemat dan tidak boros, mahasiswa juga disuguhkan konsep sederhana melalui pemaparan kurva Iso Maslahah yang dibatasi oleh kurva budget line, dimana iso maslahah harus menyentuh budget line, merupakan kehidupan yang ideal dalam islam. Namun iso maslahah yang berada dibawah budget line adalah orang yang bakhil dan iso maslahah yang berasal jauh diatas budget line adalah orang yang panjang angan. 

Konsep keadalian disampaikan dengan panjang lebar yang intinya membedakan diantara keadilan Islam dengan keadilan dalam konsep Sosialis dan Kapitalis, dimana konsep keadilan islam yakni memberikan kebebasan kepada semua orang namun dibatasi oleh akhlakulkarimah serta harus pula peduli kepada kalangan yang lemah melalui pilantropi Islam Ziswaf. 

Materi pelarangan ribaba, dijelaskan dengan penekanan pada dimensi bahwa riba merupakan model ekonomi yang hanya akan melahirkan kezoliman. Riba diharamkan meskipun Riba memerlukan modal untuk melakukannya, bagaimana halnya dengan seorang yang korupsi, mereka tanpa modal meraup keuntungan dengan mencuri uang rakyat. Analogi ini menuntun mahasiswa pada pemahaman bahwa betapa korupsi sesungguhnya adalah perbuatan yang sangat hina sehingga riba dan korupsi harus dihindari. 

Kerjasama ekonomi merupakan materi ke enam yang dibahas dalam perkuliahan sesi pasca ujian tengah semester itu. Pembahasan materi ini memperkenalkan mahasiswa kepada bentuk-bentuk kerjasama ekonomi, yakni jual beli (bai' murabahah, Salam dan Istisna) kerjasama usaha (Mudharabah, Masyarakat, dll), jasa (wadiah, kafalah, dll) dan sewa (Ijarah, IMBT, dll) . Bahwa setiap bentuk kerjasama itu memiliki SOPnya tersendiri. 

Dan terakhir mahasiswa dihidangkan dengan pemahaman tentang jaminan sosial dan peran pemerintah. Pada materi ini dijelaskan bagaimana bentuk jaminan sosial islam yang dapat di backup oleh lembaga pilantropi Zakat dan wakaf, serta peran pemerintah yang jelaskan dengan pendekatan model Hizbah dizaman Rasulullah. 
Rabu, 25 Maret 2020 | By: 120974

Covid-19, Lockdown & Social Distancing

Dunia terasa terhenti seketika, lockdown  dan social distancing menjadi istilah yang viral dimana-mana, orang bertahan dirumah dalam keadan cemas menghadapi musuh yang tidak kelihatan dimata. Covid-19 wabah virus Corona baru yang muncul tiba-tiba menjelang berakhirnya tahun 2019, dan disaat dunia sedang hiporia memasuki tahun 2020. 

Sejak diumumkan tiga orang meninggal dunia akibat wabah Covid-19 di Wuhan pada 20 Januari 2020, masyarakat Dunia mulai gelisah sebab virus baru yang mewabah dikota Wuhan itu menular secara cepat dan menyerang saluran pernapasan sebagaimana Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) yang pernah menewaskan hampir 650 orang di Tiongkok dan Hong Kong pada 2002 dan 2003.

Wabah yang bergerak deras itu memukul seluruh sendi kehidupan Dunia, Tanpa mengenal suku bangsa dan agama, Virus itu bak sunami yang menghantam apapun yang ada dipanya. Belum ada yang dapat menghentikannya, karena belum ditemukan vaksin yang ampuh untuk menangkal penulalan virus tersebut. Tidak ada gejala yang pasti, cepat menular namun  memerlukan 14 hari untuk menunjukan gejala terinfeksi virus tersebut.

Hanya anjuran lockdown dan social distancing yang sampai saat ini tersedia untuk menghadapi virus tersebut. Melalui otoritas pemerintahnya banyak negara melakukan Lockdown, katakanlah negara jiran terdekat Malaysia, melakukan lokcdown selama 14 hari berlaku sejak 18-31 Maret dan akan dilanjutkan hingga 14 April. Dengan dikawal oleh pihak keaman yang begitu ketat. Mereka menyebutnya dengan "kawalan pergerakan". Seluruh masyarakat Malaysia diminta untuk tetap berada dirumah tidak keluar rumah untuk melakukan aktifitas apapun kecuali hal-hal yang penting dan mendesak, tidak melakukan pembelian kaget dan sebagainya.

Di Indonesia, sampai saat ini belum ada perintah untuk lockdown, meskipun peningkatan jumlah positif terpapar Corona terus meningkat dari hari-kehari. Pemerintah hanya menganjurkan untuk melakukan social distancing. Membatasi hubungan sosial secara langsung, segala bentuk keramaian dilarang, bahkan untuk kawasan merah penyebaran Corona, rumah ibadah ditutup dan sholat jumaat di tiadakan. 

(Bersambung)
Kamis, 02 Januari 2020 | By: 120974

Pantai Prapat Tunggal: Satu Destinasi Wisata Selat Malaka

Ujung pulau Bengkalis yang mencorok ke Selat Melaka disanalah kawasan wisata ini berada. Sudah sekian lama sejak masa persekolahan dulu, baru kini dapat kembali mengunjungi kawasan wisata pantai ini.

Banyak perubahan dalam penataan kawasan wisata yang makin eksotis dengan kreatifitas tambahan yang menyebabkan kawasan ini layak untuk di kunjungi. Deru angin selat Melaka serta angin sepoi-sepoi yang segar menambah keelokan bagi pantai ini.

Suasana itu belum maksimal untuk melambai para pelancong untuk betah disana. Jika kebersihan kawasan terjaga dan fasilitas umum seperti toilet dan Mushala dapat terawat dengan baik tentu kawasan ini menjadi alternatif utama destinasi kunjungan pantai di Pulau ini.
Rabu, 25 Desember 2019 | By: 120974

Peradaban itu Berawal dari Arus Sungai Hingga Arus Informasi

Pradaban besar dunia pada masa awal sangat ditentukan oleh Sungai. Lihatlah peradaban Cina yang berawal dari sungai Kuning atau Hwang Ho, peradaban Eropa pula ditentukan oleh dua sungai yakni Eufrad dan Tigris. Begitu pula dengan peradaban awal bangsa-bangsa lainya. Di Riau ada empat sungai yang mengilhami perabannya yakni, Siak, Kampar, Rokan dan Indragiri.

Titik balik peradaban yang menandai lahirnya dunia baru yang dicirikan dengan cara berproduksi ditandai dengan revolusi induatri di inggris yang terjadi pada priode 1750-1850. Dari perubahan itu, dunia terus berkembang dan kini sudah sampai pula pada priode Revolusi Induatri (RI) 4.0, yang ditandai dengan jaringan internet sebagai kebutuhan utama dan menyokong kemajuan disegala sektor.

Baik pradaban kono yang di ilhami oleh Sungai mahupun peradaban modern yang diilhami oleh revolusi induatri, sesungguhnya perubahan peradaban itu dipengaruhi oleh "arus". Mulai dari arus sungai yang membawa lumpur kesuburan, meyebabkan munculnya masyarakat menetap dari sebelumnya nomaden dimasa peradaban kono seperti lembah nil di Mesir. 

Arus pelayaran niaga pada masa marcantilisme, dimana negara-negara Eropa sibuk dengan upaya ekspansi perdagangan maka lahirlah syarikat pelayaran dagang seperti VOC dari Belanda yang berdagang rempah-rempah, di Indonesia syarikat dagang ini kemudian di defenisikan dengan "penjajah".

Munculnya Arus Modal yang mendefenisikan pemilik modal diera revolusi industri di Inggris 1750-1850. Arus modal yang begitu pesat guna membangun induatri-industri pada RI 1.0 ini mengakibatkan pradaban baru dengan faktor Modal dan Tenaga kerja sebagai hal yang utama.

Arus listrik pula mengokohkan perubahan struktur pemilik modal itu, dengan menggantikan tenaga uap yang padat karya dengan listrik yang lebih hemat tenaga kerja, namun dengan produksi yang bersifat masal inilah yang menandai wujudnya RI 2.0.

Arus pemasaran global, telahpula memaksa perubahan peradaban itu dari sebelumnya bersifat manual dan analog menjadi otomasi berbasis komputer. Produksi massal harus memenuhi standar kualitas tertentu supaya bisa diterima oleh pasar untuk itu diperlukan sistem otomasi yang mampu berproduksi standar. Fenomena ini menandakan perubahan baru yang bergeaer kepada RI 3.0.

Arus komunikasi pula meluncur dengan begitu pesatnya, mengakibatkan nyaris tidak ada lagi batasan diantara dunia satu dengan yang laimnya. Teknologi informasi berbasis jaringan internet berkembang pesat sehingga peradaban bergeser lagi tidak hanya sebatas mengejar efektif dan efisien dalam berproduksi guna mencapai keunggulan dalam bersaing, kini diera yang serba terbuka menyebabkan keunggulan tidak bisa bertahan lama, karena setiap orang dapat memproduksi barang atau jasa dengan kualitas sama pada tempat yang berbeda akibat nyaris homogennya pengetahuan dan teknologi disetiap bagian dunia akibat pesatnya arus informasi, diera ini orang dipacu untuk berinovasi guna bertahan dalam pertarungan global. Era ini menandakan pase baru dalam peradaban manusia yakni era RI 4.0.

Demikianlah perubahan itu seaungguhnya tentang "arus'. Pilihanya mampu mengikuti arus dan memiliki pengetahuan cukup dalam arus itu, atau hanyut oleh arus dan terombang-ambing dalam ketidak pastian atau hanya sibuk melawan arus sehingga keletihan dalam mendefenisikan kehidupan yang terasa lain dari apa yang diharapkan...


Kayangan, akhir tahun 2019


Senin, 24 Desember 2018 | By: 120974

Menggamit Kenangan 29 th Silam: Catatan Reuni angkatan 89 SMP 3 Bengkalis

Sang waktu yang tidak pernah berhenti bagaikan mata panah yang melesat meninggalkan busurnya, begitulah perjalanan waktu yang tanpa disadari telah membawa kepada angka 29 tahun. Wajah-wajah yang kembali berkumpul satu-persatu hadir bagaikan rekaman masa lalu yang mulai memudar namun penuh gairah dan keceriaan. Ada yang nyaris hilang dalam ingatan ditelan oleh derasnya sang waktu itu, namun banyak  pula yang masih segar bagaikan baru kemaren perpisahan itu terjadi.

Temu alumni SMP 3 Bengkalis angkatan 89 akhirnya berhasil juga dirai'kan untuk pertama kalinya pada Minggu 23 Desember 2018 dengan mengambil lokasi sakral yakni lapangan sekolah SMP N 3 Jalan Bantan Bengkalis. Keletihan para pengagas bagaikan terjawab sudah, Jamil, Samsul, Rusli Zulkifli , Sulasmi dan Suhaimi serta beberapa peneraju acara lainnya terlihat ceria dengan rasa yang penuh haru karena segala usaha yang mereka lakukan dalam rangka mempersiapkan temu alumni SMP 3 angkatan 89 selama lebih kurang empat bulan itu, akhirnya terwujud sudah.

Bagaikan waktu yang dijanjikan, pada hari itu tumpah segala kerinduan, kegembiraan serta semua rasa yang mengembalikan pada kenangan 29 tahun silam. Tidak hanya para mantan siswa, namun juga bagi para mantan guru yang mengajar pada angkatan tersebut juga ikut hadir dan larut dalam ajang  menggamit kenangan itu, dengan deraian air mata Ibu Deliza Azis mewakil pihak guru memberi sambutan dan membacakan pusi yang amat menyentuh hati, Bait-bait puisi Ibu liza itu, seakan berada dilorong waktu yang menggulas kembali segala kenangan persekolah. Seragam pendek biru putih, speda BMX, omelan guru akibat tidak buat PR, semuanya menyatu  dan menjadi segar di ingatan.

Kehadiran mereka pada hari itu penuh semangat, meskipun dari pagi kota Bengkalis diguyur hujan yang sangat deras. Namun itu tidak sedikitpun mengendorkan semangat  mereka untuk hadir pada acara tersebut. Bahkan tidak sedikit dari alumni yang datang dari tempat-tempat yang jauh dari luar pulau Bengkalis. Demikian pula dengan para guru ada yang datang dari Jakarta, Pelelawan dan Dumai. namun semua semangat untuk hadir menyatukan kembali silaturrahmi serta menyaksikan apa dan bagaimana kondisi reken-rekan mereka yang sudah berpisah lama sejak 29 tahun silam.

Bagaikan air bah, semua rasa tumpah membanjiri detik-demi detik acara tersebut. Linangan dan deraian air mata menjadi pemandangan yang selalu nampak disetiap sudut kerumunan-kerumunan mereka yang saling bercerita satu dengan yang lainnya. Kecerian dan senda gurau pada acara itu  dibungkus pula dengan lantunan lagu-lagu kenangan yang mengusik jiwa menyebabkan suasana menjadi semakin akrab dan ceria. Semuanya tumpah disana, "semoga kebahagian janganlah cepat berlalu". Perpisahan adalah keniscayaan namun kemesraan yang terbagun akan mengeratkanlagi ukuwah, semoga reuni melahirkan sprit posif dalam memajukan semuanya. *
Rabu, 21 November 2018 | By: 120974

Caleg dan Tahun Politik


Berpolitik itu adalah sebuah metapora kehidupan. Membumbui aktifitas keseharian dengan sebuah misi yang berbeda dengan kebanyakan orang. Nyentrik dan terkesan unik itulah pesona poltik. Maka tidak salah ada ungkapan yang menyatakan bahwa, "jika ada orang yang tiba-tiba berprilaku ramah dan suka senyum, dapat dipastikan bahwa dia caleg".

Tahun politik jelang 17 April 2019 mendatang terasa panas dingin, terutama bagi mereka yang menyadang predikat caleg (calon legislatif). Berharap simpati masyarakat untuk dipilih dengan berbagai trik dilakukan, mulai dari hal-hal yang rasional sampailah kepada yang buat kita geleng-geleng kepala, itulah politik. Dia dapat dilakoni oleh siapapun, pada lefel pendidikan dan pengalaman apapun, namun hasilnya tergantung pada tingkat kebutuhan masyarakat akan politik itu sendiri.

Membahas tingkat kebutuhan masyarakat akan politik, dapat dijelaskan dari berbagai sudut pandang. Yang paling sederhana dari semua sudut pandang itu, adalah sudut pandang "pragmatis".  Dari sudut pandang ini masyarakat melihat politik sebagai sumberdaya ekonomi musiman. Mulai dari biaya politik, pilantropi dadakan sampailah serangan fajar selalu menjadi wacana yang menarik bila musim politik sudah ditabuhkan.

Politisi baru (pemain baru) biasanya sangat getir dengan isu ini, banyak yang mengrungkan niatnya untuk maju menjadi caleg jika merasa tidak memiliki modal finasial yang cukup untuk memenuhi segala kebutuhan pernak-pernik kebutuhan politik itu.  Bahkan tidak sedikit pula yang mengadaikan hartanya secara besar-besaran dengan hitungan pasti bak pedagang politik yang bertransaksi dalam pasar permintaan dan penawaran suara, meskipun pada akhirnya keputusan politik tidak selalu sama dengan apa yang diperhitungkan.

Dari sudut pandang filosofis akademik politik adalah kebutuhan, baik kebutuhan para politisi dalam berekspresi maupun kebutuhan masyarakat dalam menentukan pemimpin yang hebat untuk membela nasib mereka. Cara pandang ini dapat disebut dengan pandangan ideal, dimana  politik merupakan salah satu instrumen bangsa. Karena kemajuan bangsa akan tergantung kepada bagaimana pemimpinnya.

Memahamkan masyarakt akan tujuan ideal politik merupakan bagian dari kerja etis politik. Namun untuk mampu efektif maka kerja-kerja etis politik itu akan semakin dimungkinkan jika didukung oleh kekuasaan yang memihak. Sementara kekuasaan merupakan ruang praktis politik yang menjadi perebutan pada tiap-tiap musim politik. Sehingga keduanya saling mendukung baik etis maupun praktis politik.