Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil.
Tokoh pendidikan Islam, akademisi ekonomi Islam, pemikir pembangunan pesisir, dan penggerak tamaddun Melayu.
Profil Singkat
Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil. lahir di Sungai Alam, Bengkalis, pada 12 September 1974. Beliau dikenal sebagai akademisi, pemikir ekonomi Islam, dan tokoh budaya yang konsisten memperjuangkan integrasi nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemelayuan dalam pembangunan masyarakat pesisir.
Saat ini beliau menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai. Selain itu, beliau juga mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM), sebuah forum ilmuwan Nusantara dan Malaysia yang berfokus pada pengembangan keilmuan maritim dan peradaban pesisir Asia Tenggara.
Riwayat Pendidikan
- SDN 062 Sungai Alam Bengkalis pada tahun 1980–1986.
- SMPN 3 Bengkalis pada tahun 1986–1989.
- SMAN 2 Bengkalis pada tahun 1989–1992.
- S1 Matematika, FMIPA Universitas Riau pada tahun 1992–1998.
- S2 Master of Philosophy, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada tahun 2003–2007.
- S3 Ekonomi Islam, IEF Universitas Trisakti Jakarta pada tahun 2014–2016.
Bidang Keahlian
- Ekonomi Islam dan Ekonomi Pembangunan Islam.
- Ekonomi Mikro Syariah dan Keuangan Syariah.
- Ekonomi Kebahagiaan dalam perspektif Islam.
- Teori Pembangunan Islam.
- Kesejahteraan sosial berbasis Maqāṣid al-Syarī‘ah.
- Pembangunan masyarakat pesisir dan Selat Melaka.
- Budaya Melayu, adat, dan peradaban Islam Nusantara.
Karier Akademik dan Kepemimpinan
Dr. Rizal memulai karier akademiknya sejak tahun 1999 sebagai salah satu penggagas berdirinya lembaga pendidikan tinggi Islam di Dumai, yang kini berkembang menjadi Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai.
Sebagai Rektor IAITF Dumai, beliau aktif membangun jejaring kerja sama akademik, termasuk kerja sama internasional dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di Malaysia. Beliau juga mendorong penguatan kapasitas riset, akreditasi, tata kelola kelembagaan, serta transformasi institusi menuju perguruan tinggi Islam yang berakar pada nilai keislaman, kemelayuan, kemaritiman, dan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai Associate Professor atau Lektor Kepala di bidang Ekonomi Islam, beliau mengajar, meneliti, dan menulis pada berbagai tema strategis, terutama ekonomi pembangunan Islam, kesejahteraan sosial, ekonomi pesisir, dan pembangunan masyarakat berbasis nilai.
Gagasan dan Karya Ilmiah
Rizal Akbar dikenal sebagai penggagas konsep Ekonomi Kebahagiaan dalam perspektif Islam, yaitu pendekatan pembangunan yang menyeimbangkan dimensi material, spiritual, sosial, dan keberkahan hidup masyarakat.
Beliau juga aktif menulis buku, opini, dan artikel ilmiah yang membahas ekonomi Islam, keuangan syariah, kedaulatan ekonomi pesisir, adat Melayu, perundangan adat, serta peradaban Islam Nusantara.
- Ekonomi Kebahagiaan tahun 2016.
- Tanah Ulayat tahun 2004, dengan perlindungan HAKI.
- Daerah Otonomi Baru: Provinsi Riau Pesisir tahun 2025.
- Ratusan artikel opini dan ilmiah, baik nasional maupun internasional.
Penghargaan dan Anugerah
- Anugerah Hang Tuah DMDI dari Dunia Melayu Dunia Islam atas kiprah dalam penguatan pendidikan dan budaya Melayu lintas negara pada tahun 2025.
- Gelar Kebangsawanan Kraton Surakarta Hadiningrat dengan gelar Kanjeng Raden Haryo (KRH) Dwijobaroto Dipura atas kontribusi pemikiran kebangsaan dan budaya pada tahun 2025.
- Anugerah Tokoh Adat dan Budaya Nusantara dengan gelar Satria Pujangga Bangsa bersama tokoh akademik dan budayawan Indonesia–Malaysia pada tahun 2025.
- Penganugerahan Mahkota Mudo, Darjah Mahkota Mudo dari Kesultanan Pagaruyung Darul Qarar dengan gelar “Rangkayo Maulana” pada tahun 2026.
Aktivisme dan Keterlibatan Organisasi
Dr. Rizal juga aktif berkiprah dalam berbagai organisasi strategis nasional dan lokal. Keterlibatan ini mencerminkan dedikasi beliau terhadap pengembangan ilmu, kemajuan umat, pelestarian budaya, serta kebijakan publik berbasis nilai keislaman dan kemelayuan.
- Sekretaris Jenderal PIPSM atau Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka.
- Dewan Pakar ICMI Orda Dumai.
- Pengurus Pusat IAEI pada Komite Organisasi, Pengembangan Wilayah, dan Komisariat.
- Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Kota Dumai.








