Rizal Akbar Terima Anugrah Satria Pujangga Bangsa tahun 2025
Assoc Prof Dr.H.M. Rizal Akbar, M.Phil terpilih sebagai penerima Anugrah "Tokoh Adat Dan Budaya Nusabtara
Rizal Akbar Terima Anugrah Hang Tuah DMDI
Anugrah diserahkan langsung oleh TYT Tun Seri Setia Dr. Hj Mohd Ali Bin Rustam
Rizal Akbar Terima Anugrah KRH Dari Kraton Surakarta Hadininggrat Solo
Assoc Prof Dr. H. M. Rizal Akbar, M.Phil mendapat gelar Kanjeng Raden Haryo (KRH) Dwijobaroto Dipura dalam sebuah helat yang digelar Kraton Surakarta Hadiningrat.
Rizal Akbar Ikut Dilantik Menjadi Pengurus DPP IAEI 2025-2030
Ketum IAEI Pusat yang Juga Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nazaruddim Umar MA: Sinergi Wujudkan Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia
Rizal Akbar Pembicara Pada Seminar Internasional Pesisir Selat Melaka
Bentangkan Rekonstruksi Sejarah Ekonomi Maritim Selat Melaka Pada Forum Seminar Internasional di UiTM Shah Alam Malaysia
Rizal Akbar Jadi Pembicara Bersama UAS Bahas Jaringan
Kesultanan Islam di Nusantara
Rizal Akbar Terima Anuggrah Darjah Mahkota Muda
Kesultanan Pagaruyung Darur Qarar
Sabtu, 17 April 2021
Minggu, 04 April 2021
Warisan Keulamaan H. Zainal Abidin Sungai Alam (Sebuah Catatan Awal)
By SahabatRiau April 04, 2021
Sebuah penelusuran awal trah keulamaan dan perjuangan dakwah Islam yang dijalankan oleh silsilah keturunan H. Zainal Abidin yang bermukim di desa Sungai Alam Bengkalis.
Dituturkan oleh para keturunannya bahwa H. Zainal Abidin adalah seorang ulama yang tekun mendakwahkan Islam di Bengkalis dimasa penjajahan Belanda. Memang belum ditemukan fakta yang saheh tentang sejarah perjuangan beliau, namun jika ditelisik dari generaai-generasi penerus keturan ini dapat dipastikan bahwa kisah tentang keulamaan dan perjuangan dakwah beliau tidak dapat disangkal.
Beliau memiliki tiga orang anak perempuan dan seorang laki-laki, yakni Hj. Zainab, Hj. Rumnah, Hj. Zaleha dan Abdul Wahab. dari garis keturunan keempat anaknya tersebut mayoritas menjalankan aktifitas dalam bidang dakwah dan keagamaan. Baik sebagai guru agama, imam masjid, ketua MUI, hakim agama, khori dan pengajar Al-quran, bahkan membangun perguruan tinggi Islam serta Ilmuan dalam bidang keislaman.
Semua keturunan beliau itu tersebar di kawasan provinsi Riau terutama kawasan pesisir, Bengkalis, Dumai, Selat Panjang, Rokan Hilir, Siak dan Pekanbaru.
Sabtu, 03 April 2021
Perkuliahan Ekonomi Islam Jelang Ramadhan 1442 H
By SahabatRiau April 03, 2021
Meskipun dengan jumlah mahasiswa yang tumpah ruah namun perkuliahan terasa aktif dengan begitu banyaknya pertanyaan dari mahasiswa yang merespon perkuliahan. Mulai dari materi, Pertama, Kepemilikan Dalam Islam. Kedua, Sederhana, Hemat dan menjauhi dari Pemborosan. Ketiga, Konsep keadilan. Keempat, Zakat sebagai fungsi distributif dan pertumbuhan. Kelima, Pelarangan Riba. Ke-enam, kerjasama Ekonomi dan terakhir, Jaminan Sosial dan Peran Pemerintah.
Semua materi disampaikan secara sederhana dengan gaya yang tidak membosan. Hal itu terlihat dari tawa canda mahasiswa ketika pembahasan rada menggelitik dan secara tidak langsung mengkritik fenomena yang selalu ada di masyarakat
Pada materi kepemilikan ketika membedakan diantara sistem sosialis dan kapitalis mahasiswa dengan mudah dapat memahaminya. Demikan juga bahwa kepemilikan dalam islam yang terbatas oleh manfaat dan berakhir ketika seseorang meninggal dunia, hal ini mahasiswa dikatakan dengan pengetahuan warisan dalam islam yang harus disempurnakan supaya tidak ada lagi beban almarhum di dunia.
Demikian pula pada materi kedua sederhana, hemat dan tidak boros, mahasiswa juga disuguhkan konsep sederhana melalui pemaparan kurva Iso Maslahah yang dibatasi oleh kurva budget line, dimana iso maslahah harus menyentuh budget line, merupakan kehidupan yang ideal dalam islam. Namun iso maslahah yang berada dibawah budget line adalah orang yang bakhil dan iso maslahah yang berasal jauh diatas budget line adalah orang yang panjang angan.
Konsep keadalian disampaikan dengan panjang lebar yang intinya membedakan diantara keadilan Islam dengan keadilan dalam konsep Sosialis dan Kapitalis, dimana konsep keadilan islam yakni memberikan kebebasan kepada semua orang namun dibatasi oleh akhlakulkarimah serta harus pula peduli kepada kalangan yang lemah melalui pilantropi Islam Ziswaf.
Materi pelarangan ribaba, dijelaskan dengan penekanan pada dimensi bahwa riba merupakan model ekonomi yang hanya akan melahirkan kezoliman. Riba diharamkan meskipun Riba memerlukan modal untuk melakukannya, bagaimana halnya dengan seorang yang korupsi, mereka tanpa modal meraup keuntungan dengan mencuri uang rakyat. Analogi ini menuntun mahasiswa pada pemahaman bahwa betapa korupsi sesungguhnya adalah perbuatan yang sangat hina sehingga riba dan korupsi harus dihindari.
Kerjasama ekonomi merupakan materi ke enam yang dibahas dalam perkuliahan sesi pasca ujian tengah semester itu. Pembahasan materi ini memperkenalkan mahasiswa kepada bentuk-bentuk kerjasama ekonomi, yakni jual beli (bai' murabahah, Salam dan Istisna) kerjasama usaha (Mudharabah, Masyarakat, dll), jasa (wadiah, kafalah, dll) dan sewa (Ijarah, IMBT, dll) . Bahwa setiap bentuk kerjasama itu memiliki SOPnya tersendiri.
Dan terakhir mahasiswa dihidangkan dengan pemahaman tentang jaminan sosial dan peran pemerintah. Pada materi ini dijelaskan bagaimana bentuk jaminan sosial islam yang dapat di backup oleh lembaga pilantropi Zakat dan wakaf, serta peran pemerintah yang jelaskan dengan pendekatan model Hizbah dizaman Rasulullah.
Rabu, 25 Maret 2020
Covid-19, Lockdown & Social Distancing
By SahabatRiau Maret 25, 2020
Dunia terasa terhenti seketika, lockdown dan social distancing menjadi istilah yang viral dimana-mana, orang bertahan dirumah dalam keadan cemas menghadapi musuh yang tidak kelihatan dimata. Covid-19 wabah virus Corona baru yang muncul tiba-tiba menjelang berakhirnya tahun 2019, dan disaat dunia sedang hiporia memasuki tahun 2020.
Sejak diumumkan tiga orang meninggal dunia akibat wabah Covid-19 di Wuhan pada 20 Januari 2020, masyarakat Dunia mulai gelisah sebab virus baru yang mewabah dikota Wuhan itu menular secara cepat dan menyerang saluran pernapasan sebagaimana Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) yang pernah menewaskan hampir 650 orang di Tiongkok dan Hong Kong pada 2002 dan 2003.
Wabah yang bergerak deras itu memukul seluruh sendi kehidupan Dunia, Tanpa mengenal suku bangsa dan agama, Virus itu bak sunami yang menghantam apapun yang ada dipanya. Belum ada yang dapat menghentikannya, karena belum ditemukan vaksin yang ampuh untuk menangkal penulalan virus tersebut. Tidak ada gejala yang pasti, cepat menular namun memerlukan 14 hari untuk menunjukan gejala terinfeksi virus tersebut.
Hanya anjuran lockdown dan social distancing yang sampai saat ini tersedia untuk menghadapi virus tersebut. Melalui otoritas pemerintahnya banyak negara melakukan Lockdown, katakanlah negara jiran terdekat Malaysia, melakukan lokcdown selama 14 hari berlaku sejak 18-31 Maret dan akan dilanjutkan hingga 14 April. Dengan dikawal oleh pihak keaman yang begitu ketat. Mereka menyebutnya dengan "kawalan pergerakan". Seluruh masyarakat Malaysia diminta untuk tetap berada dirumah tidak keluar rumah untuk melakukan aktifitas apapun kecuali hal-hal yang penting dan mendesak, tidak melakukan pembelian kaget dan sebagainya.
Di Indonesia, sampai saat ini belum ada perintah untuk lockdown, meskipun peningkatan jumlah positif terpapar Corona terus meningkat dari hari-kehari. Pemerintah hanya menganjurkan untuk melakukan social distancing. Membatasi hubungan sosial secara langsung, segala bentuk keramaian dilarang, bahkan untuk kawasan merah penyebaran Corona, rumah ibadah ditutup dan sholat jumaat di tiadakan.
(Bersambung)
Sejak diumumkan tiga orang meninggal dunia akibat wabah Covid-19 di Wuhan pada 20 Januari 2020, masyarakat Dunia mulai gelisah sebab virus baru yang mewabah dikota Wuhan itu menular secara cepat dan menyerang saluran pernapasan sebagaimana Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) yang pernah menewaskan hampir 650 orang di Tiongkok dan Hong Kong pada 2002 dan 2003.
Wabah yang bergerak deras itu memukul seluruh sendi kehidupan Dunia, Tanpa mengenal suku bangsa dan agama, Virus itu bak sunami yang menghantam apapun yang ada dipanya. Belum ada yang dapat menghentikannya, karena belum ditemukan vaksin yang ampuh untuk menangkal penulalan virus tersebut. Tidak ada gejala yang pasti, cepat menular namun memerlukan 14 hari untuk menunjukan gejala terinfeksi virus tersebut.
Hanya anjuran lockdown dan social distancing yang sampai saat ini tersedia untuk menghadapi virus tersebut. Melalui otoritas pemerintahnya banyak negara melakukan Lockdown, katakanlah negara jiran terdekat Malaysia, melakukan lokcdown selama 14 hari berlaku sejak 18-31 Maret dan akan dilanjutkan hingga 14 April. Dengan dikawal oleh pihak keaman yang begitu ketat. Mereka menyebutnya dengan "kawalan pergerakan". Seluruh masyarakat Malaysia diminta untuk tetap berada dirumah tidak keluar rumah untuk melakukan aktifitas apapun kecuali hal-hal yang penting dan mendesak, tidak melakukan pembelian kaget dan sebagainya.
Di Indonesia, sampai saat ini belum ada perintah untuk lockdown, meskipun peningkatan jumlah positif terpapar Corona terus meningkat dari hari-kehari. Pemerintah hanya menganjurkan untuk melakukan social distancing. Membatasi hubungan sosial secara langsung, segala bentuk keramaian dilarang, bahkan untuk kawasan merah penyebaran Corona, rumah ibadah ditutup dan sholat jumaat di tiadakan.
(Bersambung)
Kamis, 02 Januari 2020
Pantai Prapat Tunggal: Satu Destinasi Wisata Selat Malaka
By SahabatRiau Januari 02, 2020
Ujung pulau Bengkalis yang mencorok ke Selat Melaka disanalah kawasan wisata ini berada. Sudah sekian lama sejak masa persekolahan dulu, baru kini dapat kembali mengunjungi kawasan wisata pantai ini.
Banyak perubahan dalam penataan kawasan wisata yang makin eksotis dengan kreatifitas tambahan yang menyebabkan kawasan ini layak untuk di kunjungi. Deru angin selat Melaka serta angin sepoi-sepoi yang segar menambah keelokan bagi pantai ini.
Suasana itu belum maksimal untuk melambai para pelancong untuk betah disana. Jika kebersihan kawasan terjaga dan fasilitas umum seperti toilet dan Mushala dapat terawat dengan baik tentu kawasan ini menjadi alternatif utama destinasi kunjungan pantai di Pulau ini.
Banyak perubahan dalam penataan kawasan wisata yang makin eksotis dengan kreatifitas tambahan yang menyebabkan kawasan ini layak untuk di kunjungi. Deru angin selat Melaka serta angin sepoi-sepoi yang segar menambah keelokan bagi pantai ini.
Suasana itu belum maksimal untuk melambai para pelancong untuk betah disana. Jika kebersihan kawasan terjaga dan fasilitas umum seperti toilet dan Mushala dapat terawat dengan baik tentu kawasan ini menjadi alternatif utama destinasi kunjungan pantai di Pulau ini.

















