Kamis, 09 Februari 2017 | By: RA #Admin#

Sederhanakah Bahagia?

Bagian 2

Mereka yang berbahagia
Tidak sesederhana yang dibayangkan namun tidak pula sesulit apa yang dipikirkan. Kebahagian datang dan pergi seiring usia seorang manusia. Tidak ada penderitaan selamanya dan tidak pula bahagia untuk selamanya. Silih berganti bagikan siang dengan malam.

Adalah persepsi yang selalu terdepan untuk menyatakan tentang bahagia. Relatifitas menyebabkan aspek materi sulit digunakan untuk menakar kebahagian. Ketika hanya punya sepeda motor, seseorang akan merasa betapa bahagianya jika punya mobil. Namun ketika sudah punya mobil, lama kelaman tingkat kebahagiaan itu jadi menurun dan  berharap pula  untuk memiliki hal yang lain lagi.

Kenyataan diatas adalah satu dari beragam gambaran model kebahagiaan. Menikmati dunia, sangat mungkin menyebabkan orang menjadi bahagia. Namun mengikutkan kenikamatan dunia menyebabkan kita menjadi hanyut dalam arusnya yang tidak bertepi, karena kenikmatan dunia itu seperti meminum air laut yang semakin diminum semakin menambah dahaga.

Dengan demikian materi bukanlah instrumen utama kebahagian. Maka wajar jika ada pernyataan menarik seputar kebahagian yakni, "bukan sukses yang menyebabkan orang jadi bahagia, namun bahagialah yang menyebabkan seseorang menjadi sukses".  bersambung...



0 komentar:

Posting Komentar